PLPBK

PLPBK adalah Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas. PLPBK pada dasarnya adalah peningkatan (intervensi lanjut) dari P2KP sehingga beberapa prinsip dasar yang digunakan di P2KP seperti demokrasi, partisipasi, transparansi, akuntabel dan desentralisasi, dsb juga menjadi prinsip dasar PLPBK.

Meskipun pembangunan manusia melalui pembangunan bidang sosial, ekonomi dan lingkungan masih tetap menjadi andalan utama dalam penanggulangan kemiskinan, secara khusus dalam PLPBK pembangunan lingkungan diberikan penekanan khusus untuk menciptakan lingkungan hunian yang kondusif terhadap berbagai aspek pembangunan manusia sehingga penanggulangan kemiskinan melalui pembangunan manusia seutuhnya (spiritual dan material) dengan segera terwujud.

Dalam PLPBK pembangunan fisik lingkungan menjadi media belajar untuk membangun tata kerja bermasyarakat untuk menyepakati peraturan-peraturan yang dibutuhkan dalam berbagi ruang hidup sehingga mampu menjadi perekat dalam tata hidup masyarakat madani yang saling menghargai dan produktif yang pada gilirannya akan terwujud kualitas lingkungan permukiman yang sehat, tertib, selaras, berjatidiri dan lestari.

LOKASI PILOT PROJECT PLPBK KABUPATEN KEBUMEN

Ditahun 2008 pemerintah Indonesia menetapkan 18 lokasi PLPBK sebagai pilot projectnya, kabupaten Kebumen termasuk didalam penetapan lokasi tersebut, yaitu kelurahan Wonokriyo kecamatan Gombong.  Penetapan lokasi pilot tersebut berdasarkan pada dukungan Pemerintah kota/kabupaten dalam penanggulangan kemiskinan kelurahan yang memiliki BKM yang sudah mandiri (sudah pernah melaksanakan program Paket dan/atau Chaneling Program dan/atau Kemitraan dengan pihak lain seperti BFI, Rotary Club, dsb) dengan kinerja BKM/LKM yang baik.

LOKASI PLPBK 2009 KABUPATEN KEBUMEN

Proses pendampingan Tim Teknis Pemda dalam mendampingi masyarakat didalam menyusun RTBL, support penuh dari Satker PNPM kabupaten Kebumen dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kebumen didalam pelaksanaan PLPBK mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat. sehingga di tahun 2009 pemerintah menambah lokasi PLPBK di kabupaten kebumen sebanyak 24 lokasi lagi. Lokasi tersebut tersebar di 3 kecamatan yaitu : 1 lokasi di kecamatan Gombong, 1 lokasi di kecamatan Karanganyar dan 22 lokasi dikecamatan Kebumen.

Penetapan lokasi PLP BK ditahun 2009, kabupaten Kebumen mendapatkan 24 lokasi PLPBK lagi. Penetapan tersebut dilakukan secara bertahap, ada 3 tahapan dalam menentukan penetapan melalui surat penetapan PLPBK tahun 2009 nomor : 1SIKPTSIDC12009, tanggal 15  Oktober 2009 dengan ditetapkan 2 kelurahan/desa yaitu desa Wero  kecamatan Gombong dan desa Candi kecamatan Karanganyar. Dibulan Desember melalui surat nomor : KU-0809-CB/1312 tanggal 8 Desember 2009 ditetapkan sebanyak 8 lokasi di kecamatan Kebumen, lokasi kelurahan/desa itu adalah sbb : Argopeni, Bandung, Bumirejo, Jatisari, Kebumen, Muktisari, Selang dan Wonosari. Tanggal 10 Desember 2009 melalui surat penetapan nomor : 28/KPTS/DIR/Cb/XII/2009 tanggal 10 Desember 2009, ditetapkan 14 lokasi di kecamatan Kebumen, lokasinya antara lain : Depokrejo, Candimulyo, Kawedusan, Candiwulan, Tanahsari, Sumberadi, Roworejo, Jemuran, Gemeksekti, Murtirejo, Mengkowo, Kalibagor, Gesikan dan Kalijirek.

ALOKASI BLM PLPBK 2009 KABUPATEN KEBUMEN

Alokasi BLM untuk masing-masing desa/kelurahan adalah 1 milyar dengan yang akan turun 3 termin, termin I sebesar 200jt (untuk perencanaan), termin II 500jt (untuk pemasaran dan pembangunan kawasan prioritas) dan termin ke III 300jt (untuk lanjutan pembangunan kawasan prioritas).

Bulan Sertember 2009 Pencairan BLM PLP BK di kelurahan Wonokriyo (lokasi pilot), pencairan tersebut berdasarkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan, Nomor: 0693.0/033.05.1/-/2008, tanggal 31 Desember 2008 dan Revisi 1 Nomor : 0693.1/033.05.1/-/2009 tanggal 18 Juni 2009. Sebesar 500 juta rupiah.

Dibulan Desember 2009 dana BLM PLP BK termin I di 24 lokasi kelurahan/desa di kecamatan Gombong, Kecamatan Karanganyar dan Kecamatan Kebumen , lokasi PLP BK 2009 di kecamatan Gombong dan Karanganyar cair semua sedangkan di kecamatan Kebumen 22 kelurahan/desa cair. Dasar pencairan tersebut menggunakan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Penataan Bangunan dan Lingkungan Provinsi Jawa Tengah, Nomor : 0693.0/033-05.1/-/2009 tanggal 31 Desember 2008 dan Revisi I Nomor : 0693.1/033-05.1/-/2009 tanggal 18 Juni 2009 dan Revisi II.

SIKLUS PLPBK

Kegiatan PLPBK (Neighbourhood Development) pada dasarnya merupakan bentuk stimulan bagi keberhasilan masyarakat di kelurahan/desa sasaran yang mampu membangun BKM/LKM di wilayahnya mencapai kualifikasi ”BKM/LKM Berdaya menuju Mandiri” atau ”BKM/LKM Mandiri” serta telah/sedang melaksanakan kemitraan dengan pemda atau dengan pihak lain(Chanelling).Kegiatan PLPBK (Neighbourhood Development) pada dasarnya merupakan bentuk stimulan bagi keberhasilan masyarakat di kelurahan/desa sasaran yang mampu membangun BKM/LKM di wilayahnya mencapai kualifikasi ”BKM/LKM Berdaya menuju Mandiri” atau ”BKM/LKM Mandiri” serta telah/sedang melaksanakan kemitraan dengan pemda atau dengan pihak lain(Chanelling).Kegiatan ini tidak akan dilaksanakan oleh seluruh BKM /LKM di lokasi sasaran P2KP/PNPM Mandiri Perkotaan, tetapi ’dapat diakses’ oleh BKM/LKM Berdaya menuju Mandiri atau BKM/LKM Mandiri. Pengertian dapat diakses merujuk pada ketentuan bahwa BKM tersebut tidak otomatis akan terpilih sebagai lokasi penerima kegiatan, tetapi harus melalui proses seleksi yang diatur dalam Tata Cara Pengajuan dan Penetapan Lokasi penerima BLM, sesuai mekanisme dan kriteria yang ditetapkan PMU. Terdapat 4 (empat) tahapan pelaksanaan PLPBK baik di tingkat nasional maupunlokal atau kelurahan/desa sebagai berikut:

  1. Persiapan
  2. Perencanaan Partisipatif
  3. Pemasaran
  4. Pelaksanaan Pembangunan

untuk lebih jelas bisa dilihat di bagan dibawah ini :

PERSIAPAN

Inti kegiatan dalam tahap ini dilakukan setelah adanya penetapan lokasi sasaran. Pada tahap persiapan, sosialisasi kegiatan dilakukan melalui berbagai media dengan penekanan pada lokakarya orientasi kegiatan secara berjenjang didaerah. Hal ini didukung dengan keterlibatan SKPD melalui pembentukan Tim Teknis Pemda Tingkat Kota/Kabupaten serta keterlibatan dalam Tim Inti PLPBK di tahap perencanaan, pemasaran dan pelaksanaan pembangunan.

Tim Teknis Pemda adalah tim kerja yang dibentuk oleh pemerintah daerah setempat, beranggotakan unsur-unsur dinas yang terkait dengan perencanaan pembangunan dan pengembangan ekonomi, lingkungan permukiman dan pemberdayaan masyarakat. Secara umum Tim Teknis berfungsi sebagai fasilitator, dinamisator, serta nara sumber, yang mempertemukan antara pihak masyarakat (didukung oleh Tim Inti PLPBK) dengan pemerintah daerah. Hal-hal yang perlu di fasilitasi dan di mediasi oleh Tim Teknis ini setidaknya adalah hal-hal yang terkait dengan kebijakan pemerintah daerah (RTRW kota/kabupaten, kebijakan investasi daerah dll), teknis penyusunan rencana masyarakat, serta kedudukan hasil-hasil kesepakatan masyarakat terhadap peraturan-peraturan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap.

Sedangkan Tim Inti PLPBK merupakan tim kerja yang dibentuk oleh masyarakat yang sekurang-kurangnya memenuhi unsur kelurahan/pemerintah desa, BKM/LKM, pemangku kepentingan dan atau kelompok peduli tingkat kelurahan/desa, serta perwakilan dari SKPD, yang berfungsi menjembatani kepentingan masyarakat kelurahan/desa dengan pemerintah daerah dan institusi swasta yang berkompeten (minimal masing- masing unsur diwakili oleh satu orang yang tetap selama pelaksanaan PLPBK).

Tim Inti PLPBK ini terdiri atas Tim Inti Perencanaan Partisi patif (TIPP), Tim Inti Pemasaran (TIP), dan Tim Pelaksanaan Pembangunan (TPP). Tim Inti tersebut akan dibentuk sesuai dengan kebutuhan dan waktu pelaksanaan kegiatan oleh masyarakat. Setiap Tim Inti akan didukung oleh pokja-pokja yang disesuaikan dengan kebutuhan tiap kegiatan.

PERENCANAAN PARTISIPATIF

Inti kegiatan pada tahap ini adalah membangun kolaborasi perencanaan, antar berbagai pihak (masyarakat, pemerintah, dan pelaku usaha/swasta) untuk dapat saling terbuka berbagi informasi, melakukan dialog, konsultasi, dan bersepakat terhadap arahan pengembangan lingkungan permukiman, serta aturan dan atau pokok-pokok perencanaan pembangunan.

Arah pengembangan lingkungan permukiman berdasar pada visi pengembangan masyarakat yang dasar pijakannya tetap konsisten pada pelembagaan nilai –nilai luhur (value based development), prinsip-prinsip kepemerintahan yang baik (good governance), serta prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan (sustainable development).

Para pemangku kepentingan dan atau kelompok peduli (masyarakat, pemerintah, dan pelaku usaha/swasta) berupaya menyusun berbagai pengaturan yang diperlukan, dan melembagakannya melalui organisasi masing -masing untuk mewujudkan tata kepemerintahan yang baik (good governance).

Sedangkan hasil dari perencanaan partisipatif tidak hanya menca kup penataan fisik lingkungan semata, namun harus menggerakkan potensi ekonomi lokal yang didukung pelayanan sosial yang baik serta pembangunan institusi yang mendukung penataan lingkungan permukiman dalam rangka perubahan perilaku masyarakat.

Tahap ini akan dibagi menjadi 4 (empat) kelompok kegiatan sebagai berikut :

  • Pengorganisasian dan Pengembangan Masyarakat
  • Persiapan Proses Perencanaan Partisipatif
  • Penyusunan Rencana Penataan Lingkungan Permukiman (RPLP) kelurahan/desa dengan masa berlaku perencanaan selama 5 tahun, dan termasuk penyusunan aturan bangunan dan lingkungan setempat serta aturan-aturan lain yang menjadi kesepakatan bersama (Aturan Bersama), serta Penyusunan Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) dengan masa berlaku perencanaan 5 tahun

Di dalam melaksanakan proses perencanaan partisipatif ini masyarakat berhak untuk menunjuk Tenaga Ahli Pendamping Perencanaan (TAPP) yang mempunyai disiplin ilmu Arsitektur atau Planologi.

PEMASARAN

Pemasaran Hasil Perencanaan PLPBK adalah kegiatan yang berorientasi pada perkembangan masyarakat (community development), pendidikan (education), upaya “menjual” gagasan perubahan sosial, melalui gagasangagasan yang tertuang dalam perencanaan pengemb angan dan pembangunan kawasan.

Hal tersebut dilakukan dalam rangka mengubah pola pikir, sikap dan perilaku masyarakat dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup, sekaligus upaya untuk menata organisasi guna membangun kepercayaan/trust sehingga dapat memperoleh dukungan (termasuk di dalamnya sumber dana yang potensial) dari masyarakat secara luas.

Inti kegiatan pada tahap ini adalah melakukan proses pemasaran hasil perencanaan kawasan yang akan ditata kembali (RPLP) dan telah tersedia RTPLP kepada berbagai pihak seperti antara lain dinas/instansi pemerintah (sumber dana APBN/APBD) maupun lembaga/instansi non-pemerintah seperti lembaga bisnis, sosial baik ditingkat nasional maupun multi nasional sehingga terjadi kerjasama yg saling menguntungkan atau kontribusi sepihak seperti “chanelling” dari dinas/sektor lain. Uraian detail tentang tahap pemasaran akan diuraikan lebih lanjut di Pedoman Teknis 2. Pelaksanaan Kegiatan (Bagian Tahap Pemasaran Hasil Perencanaan PLPBK).

Untuk membantu masyarakat melakukan hal tersebut diatas masyarakat berhak merekrut tenaga ahli pemasaran yang bertugas membantu masyarakat yang dalam hal ini direpresentasikan oleh Tim Pemasaran (TP) untuk mempersiapkan, menyusun strategi dan menginisiasi langkah awal pelaksanaan pemasaran kawasan tersebut.

PELAKSANAAN PEMBANGUNAN

Paralel dengan proses pemasaran dilakukan pula tahapan kegiatan Pela ksanaanPembangunan Fisik tahap 1. Tahapan ini merupakan bagian dari pembangunandi lokasi RTPLP. Kegiatan ini merupakan hasil nyata gagasan perubahan sosialsebagai ‘mock up’ yang diharapkan mampu membangun trust di masyarakatuntuk mewujudkan perubahan sikap dan perilaku seutuhnya.Paralel dengan proses pemasaran dilakukan pula tahapan kegiatan Pela ksanaanPembangunan Fisik tahap 1. Tahapan ini merupakan bagian dari pembangunandi lokasi RTPLP. Kegiatan ini merupakan hasil nyata gagasan perubahan sosialsebagai ‘mock up’ yang diharapkan mampu membangun trust di masyarakatuntuk mewujudkan perubahan sikap dan perilaku seutuhnya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s